Sabtu, 05 Oktober 2013

Ragam Bahasa

A.   Pengertian Ragam Bahasa

Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa,menurut pemakaian. Bedanya dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri . Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

tips4u.blogspot.com/2012/10/ragam-bahasa.html 

Sabtu, 28 September 2013

Peranan dan fungsi bahasa Indonesia


            Bahasa Indonesia memiliki banyak sekali peranan. Peranan itu adalah sebagai salah satu alat untuk mempersatukan tiap-tiap suku yang ada. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku. Setiap suku memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari interaksi intrapersonal, interpersonal maupun yang meluas pada kehidupan berbangsa dan bertanah air. Bahasa memegang peran utama. Peran tersebut meliputi bagaimana proses mulai dari tingkat individu hingga masyarakat. Sehingga pada saat inilah fungsi bahasa secara umum, sebagai alat untuk berekpresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.Selain itu bahasa Indonesia juga turut berperan dalam mencerdaskan bangsa.

Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional adalah sebagai alat perhubung antar warga, antar daerah dan antar suku bangsa. Berkat adanya bahasa nasional, dapat berhubungan satu dengan yang lain sehingga kesalah pahaman sebagai akibat perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa tidak perlu dikhawatirkan . Sehingga dapat bepergian dari pelosok yang satu ke pelosok yang lain di tanah air dengan memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi.

Sumber : http://notnowshare.blogspot.com/2013/01/peranan-bahasa-indonesia-dalam.html

Sabtu, 06 Juli 2013

Kuis V-class Minggu ke-3 Struktur Organisasi Data 2

Didalam tulisan kali ini saya akan mengulas kembali materi SOD 2 yang sudah Dosen saya berikan di waktu perkuliahan sebelumnya. Pada pelajran SOD terdapat beberapa materi yaitu: Struktur Data, Array, Stack, dan Queue. Saya akan menjelaskan satu persatu materi tersebut.

1 STRUKTUR DATA


 Struktur data adalah suatu koleksi atau kelompok data yang dapat
dikarakterisasikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.
Algorithma : barisan langkah-langkah unutk menyelesaikan sebuah program. Inputnya
harus data. Sebuah program belum tentu Algortihma, Sebuah Algoritma harus bisa
diimplementasikan sebuah program.

Jadi Struktur Data & Algoritma = Program


Data secara umum dapat dikategorikan atas :
- Tipe data sederhana
1. Tunggal : Integer, Real, Boolean, Karakter
2. Majemuk : String


- Struktur data
1. Sederhana : Array, Record
2. Majemuk :


- Linier : Linier Linked List, Stack, Queue
- Non Linier : Binary Tree, Binary Search Tree, General Tree, Tree, Graf


INTEGER
Suatu integer adalah anggota dari himpunan bilangan :
{..., -(n+1), -n, ..., -2, -1, 0, 1, 2, ..., n, n+1, ...}
Operasi dasar yang ada dalam integer yaitu : +, -, *, /, ^
Pembagian Integer (DIV)
Hasil dari pembagian integer DIV adalah sebuah integer (menghilangkan bagian
pecahan dari hasil pembagian)
Contoh : 17 DIV 3 = 5
Selain itu terdapat operasi MOD (Modulo) : sisa dari pembagian
Contoh : 17 MOD 3 = 2
Masing-masing operator pada operasi di atas, yang bekerja terhadap sepasang integer
(operand) disebut sebagai Binary Operator. Sedangkan operator yang hanya bekerja
terhadap satu operand saja disebut sebagai Unary Operator. Contoh dari unary
operator adalah negasi.


REAL
Data numerik yang bukan termasuk integer, digolongkan dalam jenis data real. Jenis
data ini ditulis menggunakan titik desimal (atau koma desimal). Bilangan real
dimasukkan ke dalam memori komputer memakai sistem floating point, merupakan versi
yang disebut Scientific Notation. Di sini penyajiannya terdiri atas dua bagian, yaitu : mantissa (pecahan) dan eksponen. Contoh :
Di dalam sistem desimal, 123000 = 0.123 * 106
di sini 0.123 adalah mantissa atau pecahan, sedangkan 6 adalah eksponennya.
Secara umum suatu bilangan real X dituliskan M * RE
di sini: M dijadikan pecahan, R adalah radixnya dan E merupakan eksponennya.


BOOLEAN
Jenis data ini disebut juga jenis data logical. Elemen dari jenis data ini mempunyai nilai
salah satu dari true atau false.
Operator yang dikenal pada boolean, yaitu :
A. Operator Logika, yaitu : AND, OR, NOT
• Operator AND akan menghasilkan nilai true, jika kedua operand bernilai true.
• Operator OR akan menghasilkan nilai true, jika salah satu operand bernilai true
• Operator NOT merupakan “precedence” dari operator AND dan OR.
Dalam suatu ekspresi yang tidak menggunakan tanda kurung, operator NOT harus
dievaluasi sebelum operator AND dan OR.
B. Operator Relasional, yaitu : >, <, >=, <=, <> dan =
Contoh : 6 < 8 = True 9 > 8 = False


KARAKTER
Jenis data karakter merupakan elemen dari suatu himpunan yang terdiri atas bilangan,
abjad dan simbol khusus.
(0,1,...,8,9, A, B, ..., Y,Z, +, -,*,√, ...}


STRING
Barisan hingga karakter yang dibentuk oleh suatu kumpulan dari karakter.
Karakter yang digunakan untuk membentuk suatu string disebut alfabet. Dalam
penulisannya, suatu string berada dalam tanda “aphosthrope”.
Contoh :
Misal diberikan himpunan alfabet A = {C,D,1}.
String yang dapat dibentuk dari alfabet di atas antara lain :
‘CD1’,’CDD’,’DDC’,’CDC1’,... dan sebagainya, termasuk “null string” atau “empty
string”
Himpunan tak hingga dari string yang dibentuk oleh alfabet A disebut VOCABULARY,
Notasi : VA atau A*
Jika suatu string dibentuk dari alfabet {0,1}, maka string yang terbentuk disebut dengan
“Bit String”.


LENGTH
Nilai dari operasi ini adalah suatu integer yang menunjukkan panjang dari suatu string .
Notasi : LENGTH(S) = N (integer)
di sini S = String, N = integer
Contoh:
A. Jika diberikan string S =‘a1a2 ... aN’
Maka LENGTH(S) = N
B. Jika diberikan string S =“MANAJEMENINFORMATIKA”
Maka LENGTH(S) = 20
C. Jika diberikan string S = “ABCD20”, maka LENGTH(S) = 6



2.ARRAY

Array adalah suatu himpunan hingga elemen, terurut dan homogen.
Terurut adalah elemen tersebut dapat diidentifikasikan sebagai elemen pertama,
kedua, sampai dengan elemen ke-n.
Homogen adalah bahwa setiap elemen dari sebuah array tertentu haruslah
mempunyai tipe data yang sama.
Pengertian array telah kita kenal sebelumnya dalam Matematika, yang
lebih dikenal sebagai matriks atau tabel. Vektor merupakan array yang paling
sederhana.


ARRAY DIMENSI SATU
Vektor adalah bentuk yang sederhana dari array, yang merupakan array dimensi
satu.
Array N dapat kita bayangkan :

N(1) N(2) N(3) ... N(I)
Subskrip atau index dari suatu elemen menunjukkan posisi/urutan elemen dalam
array.


BENTUK UMUM
Misal : Array N dengan tipe data T dan subskrip bergerak dari L sampai U, maka
array N dapat ditulis :
N(L:U)
di sini L : Lower Bound (Batas Bawah)
U : Upper Bound (Batas Atas)
Banyaknya elemen adalah : U - L + 1


ARRAY DIMENSI DUA
Adalah : suatu array yang setiap elemennya merupakan tipe data array pula.

Memiliki 2 index (baris dan kolom)
Dalam hal ini kita perlu memberi 2 harga subskrip untuk mengidentifikasikan
masing-masing elemen pada array dimensi dua, yaitu :
Subskrip pertama menunjukkan baris dari array, sedangkan subskrip kedua
menunjukkan kolom dari array.


BENTUK UMUM
Misal : Array B dengan tipe data T, subskrip baris dari L1 sampai U1, subskrip
kolom dari L2 sampai U2, ditulis sebagai berikut :

B(L1:U1,L2:U2)
Banyaknya elemen adalah : (U1 - L1 +1) * (U2 - L2 +1)


1. ROW-MAJOR ORDER
B + (I - L1) * (U2 - L2 + 1) * S + (J - L2) * S


2. COLUMN-MAJOR ORDER
B + (J - L2) * (U1 - L1 + 1) * S + (I - L1) * S


ARRAY DIMENSI TIGA
Adalah suatu array yang setiap elemennya merupakan tipe data array
juga yang merupakan array dimensi dua.
Contoh :
Penyajian data mengenai banyaknya mahasiswa dari 20 perguruan tinggi di
Jakarta, berdasarkan tingkat (1 sampai 5), dan jenis kelamin (pria atau wanita).
Misalkan array tersebut dinamakan MHS. Ambil subskrip pertama, tingkat = 1, 2,
..., 5; subskrip kedua, jenis kelamin (pria = 1, wanita = 2), dan subskrip ketiga,
perguruan tinggi adalah K = 1, 2, ..., 20. Jadi MHS(4,2,17) menyatakan jumlah
mahasiswa tingkat 4, wanita, dari perguruan tinggi 17.


3.STACK

stack atau tumpukan merupakan sebuah koleksi objek yang menggunakan prinsip LIFO (Last In First Out), yaitu data yang terakhir kali dimasukkan akan pertama kali keluar dari tumpukan tersebut. Tumpukan dapat diimplementasikan sebagai representasi berkait atau kontigu (dengan tabel fix). Ciri tumpukan:
  • Elemen TOP (puncak) diketahui
  • penyisipan dan penghapusan elemen selalu dilakukan di TOP
  • LIFO
Pemanfaatan tumpukan:

  • Perhitungan ekspresi aritmatika (posfix)
  • algoritma backtraking (runut balik)
  • algoritma rekursif
Operasi tumpukan yang biasanya :

  1. Push (input E : typeelmt, input/output data : stack): menambahkan sebuah elemen ke tumpukan
  1. Pop (input/output data : stack, output E : typeelmt ) : menghapus sebuah elemen tumpukan
  1. IsEmpty ()
  1. IsFull ()
  1. dan beberapas selektor yang lain
4.QUEUE

 ANTREAN (Queue)
Suatu bentuk khusus dari linear list, dengan operasi penyisipan
(insertion) hanya diperbolehkan pada salah satu sisi, yang disebut
REAR, dan operasi penghapusan (deletion) hanya diperbolehkan
pada sisi yang lainnya, yang disebut FRONT dari list.


Antrean Q = [Q1, Q2, ... , QN]
Front(Q) = Q1 bagian depan antrean
Rear(Q) = QN bagian belakang antrean
Noel(Q) = N jumlah elemen dalam antrean
Operasi Antrean : FIFO (First In First Out)
Elemen yang pertama masuk merupakan elemen yang pertama
keluar.


Operasi-operasi pada Antrian (queue):

1.Create()
Untuk menciptakan dan menginisialisasi Queue
Dengan cara membuat Head dan Tail  = -1

2. IsEmpty()
Untuk memeriksa apakah antrian masih kosong atau sudah terisi
Dengan cara memeriksa nilai tail, jika tail = -1 maka empty
Pergerakan pada Antrian terjadi dengan penambahan data Antrian kebelakang, yaitu menggunakan nilai tail


3. IsFull()
Untuk mengecek apakah Antrian sudah penuh atau belum
Dengan cara mengecek nilai tail, jika tail >= MAX-1 (karena MAX-1 adalah batas data array pada C) berarti sudah penuh

4. Enqueue
Untuk menambahkan data ke dalam antrian, penambahan data selalu ditambahkan di data paling belakang
Penambahan data selalu menggerakan variabel tail dengan cara increment counter tail

5. Dequeue()
Digunakan untuk menghapus data terdepan dari Antrian
Dengan cara mengurangi counter tail dan menggeser semua data antrian kedepan.
Penggeseran dilakukan dengan menggunakan looping

6. Clear()
Untuk menghapus semua data Antrian dengan cara membuat tail dan head = -1
Penghapusan data-data antrian sebenarnya tidak menghapus arraynya, namun hanya mengeser indeks pengaksesannya ke nilai -1 sehingga data-data Antrian tidak lagi terbaca

7. Tampil()
Untuk menampilkan nilai-nilai data Antrian menggunakan looping dari head s/d tail 



2ka20_Viona_17111295
Video youtube (Tugas ke-2)

Sumber :
Detty@staff.gunadarma.ac.id www.hazimzone.blogspot.com,pengertian-array-dalam-struktur-data  
id.wikipedia.org/wiki/stack
Agus-wirayasa.blogspot.com/2013/05queue-antrian.html

Sabtu, 08 Juni 2013

Tugas ke-3 Teori Organisasi Umum II

Definisi Pasar

Pasar dalam arti sempit adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengeadakan transaksi jual-beli barang dan jasa. Namun seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan transaksi dapat dilakukan tanpa mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung, maka muncul pengertian pasar dalam arti luas, yaitu proses interaksi penjual dan pembeli untuk mencapai harga pasar.

Definisi Pasar persaingan sempurna, Monopoli, Monopolistik dan Oligopoli

1.Pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.

  Karakteristik :

  • Perusahaan adalah price taker, Price taker atau Pengambil harga artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar.
  • Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan.
  • Menghasilkan barang serupa Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa.
  • Terdapat banyak perusahaan di pasar Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar.
  • Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak.

2. Pasar Monopoli

 Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).

 Karakteristik :

  • hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
  • tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip (close substitute)
  • produsen memiliki kekuatan menetukan harga
  • tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.

Monopoli yang Tidak Dilarang :

Monopoli by Law
Monopoli oleh negara untuk cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Monopoli by Nature
Monopoli yang lahir dan tumbuh secara alamiah karena didukung iklim dan lingkungan tertentu.

Monopoli by Lisence
Izin penggunaan hak atas kekayaan intelektual.


3. Pasar Monopolistis

Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.

Karakteristik :

  • banyak pembeli dan banyak penjual
  • produk yang terdiferensiasi
  • informasi produk cukup
  • free entry
  • mirip dengan pasar persaingan sempurna.
  • produsen/penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga.
  • relatif murah keluar masuk pasar.
contohnya:snack,nasi goreng,pulpen,buku,pensil,dll.


4. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.

Karakteristik :

  • terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
  • barang yang diperjualbelikan dapat homogen dapat pula berbeda corak (differentiated product).
  • terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
  • satu di antara oligopoli merupakan market leader, yaitu penjual yang memiliki pangsa pasar yang terbesar.

Oligopoli terdiri dari dua macam, yaitu sebagai berikut :

  1. Oligopoli murni (pure oligopol ) yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk homogen.
  2. Oligopoli dengan pembedaan (differentiated oligopol ) yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.

Dampak negatif oligopoli terhadap perekonomian adalah sebagai berikut :

a. Keuntungan yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang.

b. Timbul inefisiensi produksi.

c. Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan.

d. Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang munculnya inflasi yang kronis



Pengertian uang, bank dan Penciptaan Uang
 
Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.



Bank sentral bertanggung-jawab mengukur jumlah uang beredar, yang menunjukkan banyaknya uang yang ada pada suatu waktu tertentu. Jumlah uang baru yang tidak diketahui penciptaannya dapat ditunjukkan dengan cara membandingkan pengukuran-pengukuran tersebut pada waktu-waktu yang berbeda.



Perusakan atas mata uang dapat terjadi apabila uang logam dileburkan untuk mendapatkan kembali kandungan logam mulianya. Tindakan ini memperoleh insentif bila ternyata nilai logam yang didapat melebihi nilai nominal uang logam, atau ketika pencetaknya menarik kembali jaminan atas keamanannya.



Uang merupakan alat pembayaran yang berlaku sekarang untuk semua transaksi jual-beli baik secara langsung maupun tidak secara langsung. Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah dari pada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran

 

Pada umumnya Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima Simpanan, Giro, Tabungan dan Deposito. Kemudian Bank dikenal juga sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Disamping itu bank juga dikenal untuk menukar uang, atau menerima segala bentuk pembayaran seperti pembayaran listrik, telepon, air, pajak, uang kuliah dan sebagainya.

 

Bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masayarakat serta memberikan jasanya dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada tiga fungsi utama Bank yaitu:

  • bentuk simpanan.
  • kredit dan bentuk lainnya
  • Penyusun mengambil tema makalah uang, bank dan percetakan uang karena ini menarik untuk dipelajari khususnya di bidang ekonomi yang tidak akan lepas dari istilah tersebut.

Sejarah Uang

 

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem’barter’yaitu barang yang ditukar dengan barang.



Teori Uang Dan Motif Memegang Uang

 

Teori Uang
a. Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga “teori kualitatif statis” bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:

  • Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPPUang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
  • Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
  • Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
  • Teori Nominalisme
  • Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
  • Teori Negara

Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.


b. Teori uang dinamis

  • Teori Kuantitas dari David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.

  • Teori Kuantitas dari Irving Fisher

Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.

  • Teori Persediaan Kas

Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.

  • Teori Ongkos Produksi

Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Motif Memegang Uang


Manusia memiliki alasan masing-masing dalam memegang uang / duit dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mau memiliki dan menyimpan uang di rumah, di bank, di dompet, di celengan, dan lain sebagainya.

  • Untuk kebutuhan Transaksi

Permintaan uang untuk transaksi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional.

  • Untuk Berjaga-Jaga

Motif ini juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional. Semakin tinggi pendapatan seseorang, maka tingkat kesadaran terhadap masa depan akan semakin tinggi. Kondisi masa depan yang tidak menentu akan mendorong orang untuk melakukan motif ini. Hal tersebut akan membawa kebutuhan yang semakin tinggi akan perlunya uang untuk berjaga. Secara aggregate semakin tinggi pendapatan nasional, maka kebutuhan masyarakat terhadap uang untuk berjaga-jaga juga akan semakin tinggi.

  • Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi

Arti spekulasi pada motif ini adalah spekulasi dalam pembelian dan penjualan surat-surat berharga. Motif ii dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Apabila tingkat suku bunga naik, maka harga surat-surat berharga akan turun. Jadi naiknya tingkat suku bunga akan menaikkan permintaan untuk spekulasi dan sebaliknya.
Bank Sentral Dan Bank Umum
  • Bank Sentral
Bank sentral merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu Negara.
Bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia yang bertugas untuk:

  1. Mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah
  2. Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat
Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia melakukan tugas sebagai berikut:
  1. Bank Sirkulasi, yakni mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah.
  2. Banker’snBank Bank Sentral juga dianggap sebagai Bank-nya Bank.
  3. Lender of last resort. BI dianggap juga pemberi pinjaman pada tingkat terakhir (kredit likuiditas darurat).
  • Bank Umum
BankUmum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa – jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga – lembaga lainnya.
Fungsi Bank-Umum secara lengkap adalah :

  1. Mengumpulkan dana yang sementara menganggur untuk dipinjamkan pada pihak lain atau membeli surat berharga.
  2. Mempermudah dalam lalu lintas pembayaran uang.
  3. Menjamin keamanan uang sementara tidak digunakan, misalnya menghindari risiko hilang, kebakaran, dll.
  4. Menciptakan kredit, yaitu dengan cara menciptakan demand deposit dari kelebihan cadangannya.
Kebijaksanaan Moneter
 
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

 

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar.
2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu).

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.

4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Kamis, 02 Mei 2013

Sinkronisasi dan Deadlock

Sudah dibahas sebelumnya mengenai Sinkronasi dan Deadlock sebagai berikut:

Bobby Gustafyan - Kata Pengantar, Daftar Isi, Latar Belakang, Landasan Teori
Dino Damara P - Pembahasan Critical Section
Miqdad Ali A- Semaphore dan Monitors
M. Siananda - masalah masalah Klasik pada Sinkronasi


Selanjutnya saya Viona akan membahas materi mengenai Deadlock,


 1. Deadlock


Deadlock yang mungkin dapat terjadi pada suatu proses disebabkan proses itu menunggu suatu kejadian tertentu yang tidak akan pernah terjadi. Dua atau lebih proses dikatakan berada dalam kondisi deadlock, bila setiap proses yang ada menunggu suatu kejadian yang hanya dapat dilakukan oleh proses lain dalam himpunan tersebut.Terdapat kaitan antara overhead dari mekanisme koreksi dan manfaat dari koreksi deadlock itu sendiri. Pada beberapa kasus, overhead atau ongkos yang harus dibayar untuk membuat sistem bebas deadlock menjadi hal yang terlalu mahal dibandingkan jika mengabaikannya. Sementara pada kasus lain, seperti pada real-time process control, mengizinkan deadlockakan membuat sistem menjadi kacau dan membuat sistem tersebut tidak berguna.

Contoh berikut ini terjadi pada sebuah persimpangan jalan. Beberapa hal yang dapat membuat deadlock pada suatu persimpangan, yaitu:

·       Terdapat satu jalur pada jalan.

·       Mobil digambarkan sebagai proses yang sedang menuju sumber daya.

·       Untuk mengatasinya beberapa mobil harus preempt (mundur).

·       Sangat memungkinkan untuk terjadinya starvation (kondisi proses tak akan mendapatkan sumber daya).



Ø  Model Deadlock

Urutan kejadian pengoperasian perangkat I/O adalah :

- meminta / request

: meminta palayanan I/O

- memakai / use

: memakai perangkat I/O

- melepaskan / release : melepaskan pamakaian perangkat I/O



Model deadlock dua proses dan dua sumber daya

Deadlock dapat digambarkan sebagai graph.



Misalnya :

- dua proses, P0 dan P1

- dua sumber daya kritis, R0 dan R1

- proses P0 dan P1 harus mengakses kedua sumber daya tersebut




kondisi berikut dapat terjadi :

- R0 diberikan ke P0 (P0 meminta sumber daya R0), ditandai busur (edge) berarah dari proses P0 ke sumber

daya R0

- sedangkan sumber daya R1 dialokasikan ke P1, ditandai dengan busur (edge) berarah dari sumber daya R1

ke proses P1.



Ø  Skenario yang menimbulkan deadlock



Dapat terjadi skenario sebagai berikut :

- P0 dialokasikan R0

- P1 dialokasikan R1





Kemudian,

- P0 sambil masih menggenggam R0, meminta R1

- P1 sambil masih menggenggam R1, meminta R0



Kejadian ini mengakibatkan deadlock karena sama-sama akan saling menunggu. Graph deadlock ini akan

digambarkan sebagai graph melingkar. Terjadinya deadlock ditandai munculnya / terjadinya graph melingkar.





Karena untuk melanjutkan eksekusi memerlukan kedua sumber daya sekaligus, maka kedua proses akan saling

menunggu sumber daya lain selamanya. Tak ada proses yang dapat melepaskan sumber daya yang telah

dipegangnya karena menunggu sumber daya lain yang tak pernah diperolehnya. Kedua proses dalam kondisi

deadlock, tidak dapat membuat kemajuan apapun.

  
Deadlock tidak hanya terjadi pada dua proses dan dua sumber daya, deadlock dapat terjadi dengan melibatkan
lebih dari dua proses dan dua sumber daya.



Ø  Karakteristik Deadlock



Menurut Coffman dalam bukunya "Operating System" menyebutkan empat syarat bagi terjadinya deadlock, yaitu:

a.    Mutual ExclusionSuatu kondisi dimana setiap sumber daya diberikan tepat pada satu proses pada suatu waktu.

b.   Hold and WaitKondisi yang menyatakan proses-proses yang sedang memakai suatu sumber daya dapat meminta sumber daya yang lain.

c.    Non-pre-emptiveKondisi dimana suatu sumber daya yang sedang berada pada suatu proses tidak dapat diambil secara paksa dari proses tersebut,sampai proses itu melepaskannya.

d.    Circular WaitKondisi yang menyatakan bahwa adanya rantai saling meminta sumber daya yang dimiliki oleh suatu proses oleh proses lainnya.



Ø  Metode Penanganan Deadlock



1.     Menggunakan suatu protokol untuk meyakinkan bahwa sistem tidak akan pernah mengalami deadlock.

2.    Mengijinkan sistem mengalami deadlock, namun kemudian harus segera dapat memperbaikinya.



Ø    Strategi menghadapi Deadlock
 
Strategi untuk menghadapi deadlock dapat dibagi menjadi tiga pendekatan, yaitu:

a.      Mengabaikan adanya deadlock.

b.     Memastikan bahwa deadlock tidak akan pernah ada, baik dengan metode Pencegahan, dengan mencegah empat kondisi deadlock agar tidak akan pernah terjadi. Metode Menghindari deadlock, yaitu mengizinkan empat kondisi deadlock, tetapi menghentikan setiap proses yang kemungkinan mencapai deadlock.

c.      Membiarkan deadlock untuk terjadi, pendekatan ini membutuhkan dua metode yang saling mendukung, yaitu:

·       Pendeteksian deadlock, untuk mengidentifikasi ketika deadlock terjadi.
Pemulihan deadlock, mengembalikan kembali sumber daya yang dibutuhkan pada proses yang memintanya

Materi selanjutnya Akan dibahas oleh Leo Putra