Kamis, 03 Januari 2013

Bu Ira

Ibu ira, adalah dosen softskill yang mengajar Teori Organisasi Umum 1.
Menurut saya beliau adalah salah satu dosen yang jarang saya temui. Karena baru di semester inilah saya diajarkan oleh dosen softskill yang terlalu disiplin,beda dengan dosen softskill lain yang mengajarnya biasa saja. Bu ira termasuk dalam kategori dosen yang amat sangat bijaksana dalam mengajar. Gaya bahasa mengajarnya sangat tutur sehinnga mahasiswa dapat memahami apa yang beliau sampaikan, meskipun terkadang saya merasa tugas yang beliau berikan sangat berat dan memakan waktu. Tapi itu semua demi kepentingan nilai mahasiswanya sendiri.

Rabu, 28 November 2012

Gara-Gara Facebook

Banyak banget gw liat berita anak perempuan di culik terus di perkosa gara-gara baru kenal sama cowo di FACEBOOK!
ini tu sebenernya yang salah siapa?kl itu orang cewe baik-baik ga mungkin juga kan mau di ajak pergi sama cowo yang baru di kenal,emang dasar itu cewe aja yang gatel,kepengen punya pacar tapi caranya itu salah.

Anak Gaul!!!

Remaja jaman sekarang tiap bangun tidur pasti yang di cari HP!tau gak kenapa?karena tren remaja jaman sekarang kl ga BBMan,twitteran,facebookan.
ada juga remaja yang menghabiskan waktunya hanya untuk tweet yang ga jelas dan cuma nyampah aja di timeline twiter contoh :"brb ke kamar mandi" INI MAKSUDNYA APAAAAA???
emang penting ya semua kegiatan lo harus di update di dunia maya?GAK KAN!
kl mau tweet di twiter ya yg penting-penting aja lah,ga usah berlebihan juga,orang kan yg menilai 

Nobody Perfect!!!

Semua manusia itu tidak ada yang sempurna. Tidak ingin kekurangan itu diketahui orang lain. Lebih baik prestasi yang dikedepankan.
Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik :)

Faktor keluarga yang menyebabkan kenakalan remaja

  1. Kurangnya sosialisasi dari orangtua tentang nilai moral dan sosial 
  2. Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial. 
  3. Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya). 
  4. Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak. 
  5. Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak. 
  6. Tingginya konflik yang terjadi dalam lingkungan keluarga. 
  7. Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga. 
  8. Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain. 
  9. Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru. 
  10. Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.

Terus Gue Harus bilang Wow Gituu???

Peristiwa menggunakan bahasa “alay” sekarang ini mulai membumi dikalangan masyarakat. Kenapa dibilang bahasa “alay” ?Menurut orang-orang dikatakan bahasa “alay” karena setiap kali seseorang mengucapkan kalimat tersebut disertai dengan ekspresi yang berlebihan atau tidak biasa. Awal mula kejadian ini dimulai dari tulisan-tulisan dalam pesan singkat atau sms,bbm yang gak sesuai dengan aturan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Misalnya , “La9i aph?” dan lain sebagainya. Secara tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar, tulisan seperti itu sangat tidak sesuai tapi pada kenyataannya banyak orang terutama anak-anak muda yang gemar menggunakan tulisan-tulisan tersebut. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu fenomena pada zaman modern seperti sekarang ini.

Ciyus , Miapa?

Waktu pertama kali gue ndengar kata ini, gue kira artinya adalah "terus mengapa?". Tapi setelah diberi tahu dari teman-teman kampus, akhirnya gue tahu arti yang sebenarnya yaitu "Serius? Demi apa?". emang kadang bahasa gaul atau alay bisa membuat kita bingung atau salah paham.

Kata ini bisa digunakan untuk mengekspresikan rasa terkejut, gembira atau tidak yakin akan sesuatu yang didengar. Ada juga yang menambahnya menjadi "ciyus mi apah? Enelan?" yang berarti serius? Demi apa? Beneran?

Tapi ada banyak orang yang langsung mencap "Alay" orang yang menggunakan kata ini karena kedengaran sok mirip sama anak balita, padahal mah ga banget (sok iye)

Selain membuat kita salah paham dan terlihat sok balita, kata ini juga kadang membuat kita sedikit jengkel kalau kita sedang serius bicara, tiba-tiba ada yang motong ngomong kayak gini : "cius? Mi apa?"
 
Oleh karena itu, kita harus melihat siapa orang yang kita ajak bicara jika menggunakan kata ini. Apakah orang itu bisa diajak bercanda atau tidak, dan bisa menimbulkan kesalahpahaman atau tidak